PROPOSAL PESERTA

KOTA-KOMIK-KARYA KITA!

Errik Irwan

Kota Semarang, Jawa Tengah

VOTE : 22

Lembaga Terkait

  • Dewan Kesenian Jakarta
  • Indonesian Visual Art Archive (IVAA)
  • Studio Audio Visual Puskat

Deskripsi

KOTA - Banyak seniman dan anak muda melahirkan karya seni-kreatif sebagai respon isu-isu kota tempatnya berada. Kota sebagai oase inspirasi kebudayaan-peradaban. karya-karya mereka memberi denyut nadi tanda bahwa kota kita belum mati jadi sekedar mesin: hidup tapi tanpa jiwa.

KOMIK - Namun seberapa banyak kita, publik, anak muda mengetahui denyut-denyut 'kehidupan' itu? Apa kita sudah ikut jadi mesin? Atau zombi yang hidup hanya kenal makan? Atau jangan-jangan karena kita tak tahu meski telah banyak karya dilahirkan dan terarsip? Apa karena kita (umumnya) malas membaca timbunan tulisan dan arsip-arsip tua sehingga hilanglah sumber-sumber inspirasi yang kaya? Komik (humor-satir) mungkin cara sederhana bikin itu menarik lagi.

KARYA KITA! - Komik-komik tadi akan saya lepas di dunia maya. Siapapun bebas menikmati sebagai pembaca. Namun saya sendiri hidup di kota nyata, Semarang, dengan timbunan isu dan masalah. Komik ini ingin saya hadirkan di dunia nyata. Bukan sebagai buku di mana masyarakat sekadar pembaca tapi sebagai bagian instalasi seni ruang terbuka publik di mana masyarakat turut terlibat menjadi pelaku komik. Pameran instalasi sendiri akan diadakan 3 kali dengan jarak waktu sebulan untuk merespon 3 ruang publik kota yang berbeda sekaligus menyampaikan pesan 'denyut nadi' yang terus berlanjut. Di akhir tahun keseluruhan proses ini dikumpulkan menjadi satu katalog. Itulah KARYA KITA! (dan nanti diarsip lagi)


Jadi, KOTA merupakan pabrik masalah sekaligus adalah oase inspirasi kebudayaan-peradaban di mana jejak-jejak tersebut akan direspon kembali dalam KOMIK dan dibawa ke 'ruang nyata' untuk kemudian direspon kembali melalui aksi seni bersama yang diharapkan memunculkan (hingga bukan lagi soal ini 'karya SAYA atau KAMI' tapi ini) KARYA KITA! (semoga kerja bersama ini terwujud dan berlanjut)

---------------------


klik di sini dan sini untuk contoh karya-karya komik yang sesungguhnya berperan sebagai sampul dengan ruang komentar sebagai tempat arsip-arsip tulisan berbagai isu (utamanya dari surat kabar).

Kasus komik yang secara khusus mengangkat lagi tulisan Mangunwijaya soal arsitektur di harian Kompas 13 Mei 1976 bisa klik di sini.

Tujuan

- KEANEKAAN. Pameran dan berbagai agenda seni yang memanfaatkan ruang terbuka publik di Kota Semarang lebih semarak dan beraneka ragam yang memunculkan kemungkinan-kemungkinan baru.
- ARSIP. Budaya mendokumentasi, mengarsip, dan memanfaatkan pengarsipan menjadi umum/kebiasaan di kalangan masyarakat, khususnya anak muda Semarang. Dengan demikian lembaga arsip yang ada di Semarang sendiri lebih kuat.
- KENAL. Berbagai komunitas, kelompok, baik antar seniman dan seniman maupun seniman dan masyarakat dapat saling kolaborasi dan lebih terintegrasi-saling melengkapi.

Masalah

Semarang secara umum mengalami situasi itu juga. Masalah-masalah kian menumpuk dan dapat meningkatkan stres masyarakatnya. Selain itu muncul kecenderungan apatis atau cuek atau pembiaran oleh sebagian masyarakat lainnya karena ada pemikiran 'lebih baik mengurus diri sendiri daripada mengurus hal-hal di luar diri karena toh sia-sia'.

Namun bukan berarti tak ada kelompok masyarakat yang peduli dan menyumbang aksi perbaikan. Meski ada tapi jumlahnya kecil ataupun belum terlihat. Kecenderungannya juga adalah pihak-pihak tersebut terlihat masih gerak sendiri-sendiri. kadang-kadang tumpang tindih atau belum saling berkolaborasi-integrasi-saling melengkapi.

Di sisi lain ada kerinduan di beberapa kalangan anak muda Semarang untuk melakukan suatu agenda seni rupa di ruang publik agar timbul kesadaran masyarakat bahwa ada sesuatu yang 'lain' yang dilakukan anak muda Semarang dan seni rupa tak melulu hadir di ruang-ruang galeri di mana masyarakat kita (khususnya Semarang) masih segan dan asing dengan tempat seperti itu.

Dengan proses kolaboratif antara beberapa komunitas seni dan kalangan arsitek maka diharapkan menjadi salah satu kesempatan saling berkenalan dan kerjasama lebih lanjut di masa depan. Selain juga menghadirkan karya kreatif-inspiratif-menghibur bagi masyarakat umum sebagai hiburan obat stres sekaligus media edukasi-sosialisasi berbagai gagasan.