PROPOSAL PESERTA

“The Story of Iban Longhouse in Kapuas Hulu” (Rumah Panjang Dayak Iban di Kapuas Hulu)

Deny Sofian

Kab. Pontianak, Kalimantan Barat

VOTE : 1

Lembaga Terkait

  • Institut Dayakologi

Deskripsi

Rumah panjang atau Rumah Betang adalah jantung kehidupan suku Dayak, segala aktivitas sosial, budaya, ekonomi, dan politik masyarakat Dayak berawal, tumbuh dan berkembang dari sini. Di rumah panjang sejarah lisan, tradisi dan filsafat hidup dengan berbagai kearifan lokalnya diturunkan kepada generasi berikutnya. Di beranda rumah panjang kaum perempuan belajar menganyam dan menenun. Di rumah panjang pula acara-acara ritual dilaksanakan, hukum adat yang demokratis digelar, segala persoalan dirundingkan dan keputusan bersama ditaati setiap orang. 

Seiring waktu, satu persatu bagunan komunal ini hilang di telan jaman, beberapa diantaranya hangus terbakar, banyak di antaranya di tinggalkan begitu saja karena penghuninya menempati rumah individu, sisanya terancam olah dampak perluasan kawasan perkebunan kelapa sawit. Data terakhir yang telah lama dirilis Institut Dayakologi menyebutkan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat saat itu tidak kurang ada sekitar 80-an rumah panjang mayoritas dimiliki Dayak Iban, Tamambaloh dan Dayak Taman.

Sampai saat ini tak ada informasi kongkrit yang dapat diakses oleh publik tentang berapa jumlah pasti rumah panjang di Kapuas Hulu yang tersisa, berapa banyak yang masih ditempati, berapa banyak yang tak lagi berpenghuni dan dipoles untuk kepentingan pariwisata. Sejatinya rumah panjang menyimpan banyak pengetahuan serta kearifan lokal yang dimiliki oleh para penghuninya. Rumah panjang tidak hanya simbol semata. Rumah panjang adalah indentitas masyarakat Dayak yang harus dilihat sebagai satu kesatuan kehidupan yang melingkupi seluruh penghuninya.

Dikemas dalam bentuk buku dengan format Photo-essay (photographic essay) dua bahasa (inggris dan Indonesia) serta dilengkapi dengan DVD berisi kumpulan clip time laps yang menggambarkan keindahan landscape arsitektur rumah panjang, karya ini bercerita tentang keberadaan rumah panjang (khususnya) Dayak Iban yang tersebar di wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat. Selain rumah panjang, buku ini juga menyisipkan gambaran cerita keseharian masyarakat Dayak Iban yang saat ini masih tinggal didalamnya berikut nilai-nilai kearifan lokal yang tersisa. 

Tujuan

  1. Proses inventarisasi dan pendokumentasian yang berkaitan dengan keberadaan rumah panjang Dayak Iban di Kapuas Hulu ini diharapkan akan melengkapi informasi serta update database kearsipan JABN, khususnya Institut Dayakologi.
  2. Dengan format Photo-essay (photographic essay) dua bahasa (inggris dan Indonesia) yang dapat di distribusikan dalam bentuk buku maupun PDF & video file diharapkan akan menarik perhatian serta mempermudah masyarakat luas baik lokal, nasional maupun internasional dalam mengakses arsip JABN.
  3. Memberikan media informasi awal untuk mendorong penelitian-penelitian baru yang berkesinambungan mengenai kebudayaan khususnya tentang masyarakat Dayak di Kalimantan Barat.
  4. Karya ini merupakan sebuah bentuk apresiasi bagi masyarakat Dayak yang masih setia mempertahankan keberadaan rumah betang beserta tradisi dan kearifan lokal yang dimilikinya, khususnya di wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat.
  5. Memberikan gambaran kepada pemerintah khususnya di daerah Kapuas Hulu untuk dapat menentukan program maupun kebijakan dalam upaya pelestarian aset budaya daerah khususnya Rumah Betang.
  6. Mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisata didaerah Kabupaten Kapuas Hulu yang tentu saja akan berdampak langsung kepada peningkatan ekonomi di tingkat lokal.

Masalah

Secara umum terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian utama dalam proses perwujudan karya ini:

Yang pertama adalah terbatasnya literatur dan data riset yang tersedia di JABN khususnya Institut Dayakologi, namun kendala ini akan dapat tersatasi dengan membangun komunikasi dengan pihak Tropenmuseum Amsterdam, Netherlands. Saat ini salah satu kontak pengelola  Tropenmuseum telah menyatakan kesediaanya untuk membantu memberikan informasi yang dibutuhkan nantinya. 

Berikutnya adalah kemungkinan tingginya budged transportasi dikarenakan rentang jarak dan aksesibilitas menuju lokasi-lokasi yang dituju cukup jauh. Di banyak lokasi membutuhkan kendaraan dengan spesifikasi Four-wheel drive (4WD) dikarenakan medan yang cukup berat, kendala teknis ini dapat teratasi karena Canopy Indonesia sebuah lembaga yang juga concern terhadap pendokumentasian budaya di Kalimantan Barat, bersedia memfasilitasi dengan menyediakan kendaraan  Four-wheel drive (4WD) untuk kebutuhan transportasi selama dilapangan.