PROPOSAL PESERTA

Lesung dan Ketahanan Pangan Nasional

Trenggono Pujo Sakti

Kab. Jember, Jawa Timur

VOTE : 9

Lembaga Terkait

  • Indonesian Visual Art Archive (IVAA)
  • Tikar Media Budaya Nusantara

Deskripsi

Deskripsi

Karya ini berbentuk program riset untuk mencari,mendata, menginventarisir berbagai macam lesung yang ada di Indonesia serta penggunaan lesung yang masih ada di Indonesia. Berangkat dari sebuah pemikiran bahwa lesung memiliki keterkaitan dengan isu ketahanan pangan sebab dalam lesung terkandung nilai budaya yang mewujud lewat upacara gejog lesung dan kothekan lesung, semangat gotong royong, mitos atau pengetahuan lokal dari masyarakat agraris, serta kearifan dalam mengelola bahan makanan.

Riset ini dimulai dengan melacak arsip yang dimiliki oleh Indonesian Visual Art Archive dan Tikar Media Budaya. Setelah itu, peneliti akan mengkompilasikan data yang berasal dari referensi lain berupa buku, hasil wawancara, dan arsip-arsip dari sumber lain. Hasil dari riset ini akan dipublikasikan dalam bentuk buku, dan pada akhir program diadakan acara bedah/launching buku yang mengundang beberapa  narasumber yang merupakan pakar di bidangnya, antara lain bidang sejarah, ahli pangan, dan kebudayaan serta menampilkan festival lesung yang sangat beragam jenisnya. Sedangkan buku yang diterbitkan  dari hasil penelitian ini akan disertai gambar-gambar yang berasal dari  arsip lembaga Indonesian Visual Art Archive dan Tikar Media Budaya dan dokumentasi peneliti.

Tujuan

Tujuan

  1. Menginventarisir serta mendokumentasikan ragam lesung di Indonesia.
  2. Mengetahui keragaman lesung yang ada di Indonesia
  3. Mempublikasikan keragaman lesung sebagai metode ketahanan pangan dalam sarana pendidikan publik.
  4. Menjelaskan relasi antara lesung, upacara tradisional, dan diskursus ketahanan pangan

 

Masalah

Masalah:

  1. Penggunaan Lesung sekarang sudah mulai bergeser ke peralatan modern sehingga menyulitkan peneliti untuk melakukan pendataan.
  2. Akibatnya, upacara-upacara yang mengkaitkan lesung sebagai simbol pengolahan bahan makanan lama kelamaan sudah ditinggal.
  3. Data dan arsip audio-visual, sehingga sangat sedikit data dan arsip-audio-visual yang bercerita tentang lesung. Padahal, proses pengenalan kepada publik sangat efektif melalui dua dokumen tersebut. Hal ini sangat penting mengingat lesung dan upacaranya adalah hasil produk kebudayaan rakyat.
  4. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang seluk-beluk lesung yang pada akhirnya membuat masyarakat memilih teknologi modern dalam pengolahan bahan makanan dan menghilangkan upacara lesung dalam tradisi panen.